Selasa, 21 September 2010

APA YANG DAPAT MEMPENGARUHI KECEPATAN DAN PEMAHAMAN MEMBACA ANDA ?

Saya ingin menambah perspektif lain pada faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja membaca.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada tiga pertimbangan utama:
1) Fitur teks buku,
2) Karakteristik pribadi Anda sebagai pembaca,
3) Pola kebiasaan Anda membaca

1) FITUR TEKS
- format buku : mudah atau sulit untuk diikuti;
- grafik : ada atau tidak;
- tipografis : ada atau tidak;
- fitur bahasa;
- pokok bahasan : kompleks, dimengerti atau familiar;
- lamanya : pendek, sedang atau panjang;
- organisasi tata letak;
- kuat, lemah atau sedang;

2) KARAKTERISTIK PEMBACA
- latar belakang pengetahuan :kuat, lemah atau sedang;
- keadaan fisik dan mental :waspada, cukup waspada atau mudah terganggu;
- kepentingan pribadi : tinggi, sedang atau rendah;
- ketrampilan membaca : terlatih atau tidak terlatih;

3) POLA KEBIASAAN MEMBACA
- membaca kata demi kata (persepsi yang terbatas);
- lambat tanggap dan respon (waktu reaksi persepsi yang lambat);
- kecenderungan untuk bersuara;
- kesalahan gerakan mata (keteraturan gerakan, irama, menyapu kembali, penempatan);
- kecenderungan untuk mundur;
- ketidakmampuan untuk memperhatikan dan konsentrasi;
- kurangnya latihan;
- takut akan kehilangan pemahaman;
- membaca sangat lambat;
- ketidakmampuan untuk mengevaluasi mana yang penting;
- upaya mengingat semua;


By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Rabu, 08 September 2010

BELAJAR DARI MEMBACA

Seperti yang saya sebutkan di postingan saya sebelumnya, saya merupakan seorang yang masih terus belajar dan kebanyakan yang saya pelajari berasal dari membaca, selain dari sumber penting lainnya.

Jadi, bagaimana saya belajar dari buku-buku? Untuk lebih jelasnya, bagaimana saya memilih buku-buku yang ingin saya pelajari?

Saya akan senang sekali berbagi pendekatan belajar pribadi saya.

Setiap kali saya membaca buku baru dari penulis yang baru atau tidak dikenal, hal pertama yang selalu saya lakukan adalah untuk memeriksa penulisnya. Sekarang, dengan internet – terutama dengan bantuan dari Copernic Agent Professional -, hal ini dapat dicari dengan mudah. Bagi saya, Amzon.com, bn.com begitu juga alibris.com & abebooks.com adalah sumber pencarian tambahan saya.

Tentu saja, lebih mudah jika membaca buku dari penulis yang sudah dikenal oleh anda.

Dari sudut pandang belajar hal-hal baru, mungkin ini bukan pendekatan yang terbaik. Edward de bono pernah mengatakan seperti ini: “Jangan terjebak dengan sebuah otoritas tunggal”.

Sebagai contoh, saya sudah sangat mengenali buku-buku yang ditulis oleh Tony Buzan mengenai “mind-mapping” sejak akhir tahun tujuh puluhan. Selain itu, saya suka mencari dan membaca buku-buku baru mengenai subyek yang sama tetapi oleh penulis baru dan berbeda seperti misalnya Joyce Wycoff, Nancy Margulies, Jamie Nest, dll. Ini untuk mempelajari apa yang terjadi “diluar sana”.

Dengan demikian, saya menemukan metode pemetaan baru, contohnya “clustering” oleh Gabriele Rico; “idea mapping” oleh Charles Thompson; “concept mapping” oleh Joseph Novak, transitive order diagramming, causal loop diagramming, fish-boning, story-boarding, dll.

Hal berikutnya saya akan mencapai tingkat keahlian. Ini mungkin memerlukan sedikit upaya. Hal ini sangat mudah, jika anda telah membaca buku dari penulis ini sebelumnya. Jika belum, anda perlu melakukan sedikit pencarian di internet dengan memeriksa website penulis atau penerbit, jika ada, atau lebih baik lagi browsing isi buku-buku baru di Amazon atau Google Reader. Sebuah browsing singkat untuk menelusuri ringkasan akhir serta indeks dalam buku juga sangat membantu.

Berikut ini kita melihat gaya penulisan para penulis:

- Seberapa mudah buku tersebut untuk dibaca?

Saya akan memeriksa kejelasan dari penulisan penulis melalui previewing dan/atau scanning. Selain itu, saya akan melihat cepat presentasi singkatnya, komposisi logis dari subjek, keringkasan dari layout dan penggunaan terminolgi secara tepat. Secara umum, daftar isi, pengantar dan halaman pembuka adalah tempat pertama untuk memulai. Berikutnya, grafis atau foto yang digunakan dalam buku dapat menjadi indicator yang baik.

Semua aspek ini mungkin terlihat seperti saya sedang me-review buku. Ya, anda benar, tapi parameter ini sangat penting dalam memfasilitasi pemahaman anda mengenai buku ini.

Berikut ini diikuti oleh aspek “inovasi”:

- Apakah ide-ide tersebut masih baru atau penulis menawarkan perspektif baru dari ide yang sudah ada?

Kita semua tahu bahwa lebih kurang tidak ada hal yang baru, tetapi kita juga percaya bahwa selalu ada jalan terbaik. materi ini mungkin sudah lama, tapi kadang, saya merasa ini hal yang berguna untuk dibaca tentang pengalaman pribadi penulis dan perspektif baru dari sebuah materi yang lama. Ini mungkin bisa dikatakan subjektif.

Bagi saya, saya juga melihat potensi untuk mengaplikasikan ide-ide dan konsep dari penulis.

Beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan:
- Apakah ada alat yang spesifik dan metode yang dapat segera digunakan?

- Bagaimana saya dapat mengaplikasikan ide-ide, konsep, alat dan metode dalam kehidupan saya, pekerjaan saya atau bisnis saya?
- Sejauh mana hubungannya ide-ide, konsep, alat dan metode tersebut dalam hidup saya, pekerjaan saya atau bisnis saya?
- Apa manfaat langsung dari alat dan metode yang diperkenalkan oleh penulis?
- Apakah ada studi kasus nyata didunia ini yang bisa saya hubungkan?
- Apakah ada daftar yang berguna untuk pertimbangan lebih lanjut?

Satu strategi yang sering saya gunakan dalam bacaan saya untuk belajar adalah selalu memeriksa bibliografi penulis, catatan kaki dan catatan tambahan penulis, terutama ketika penulis memiliki otoritas di area materi tersebut.

Maka dari itu saya sering mengeluh jika penulis tidak menyertakan bibliografi didalam bukunya. Edward de bono adalah salah satunya.

Sejak saya memiliki buku catatan, saya akan selalu mencatat buku baru setiap kali saya menemukannya.

Terkadang, saya akan menyimpannya di keranjang belanja saya di Amazon.com, sambil saya meluangkan waktu untuk memeriksa buku tersebut. Kenyataannya, biasanya, saya memiliki daftar buku-buku bagus yang banyak, beberapa diantaranya sudah dipesan di Amazon.com

Seringkali, seorang penulis akan mengutip beberapa buku dari penulis lain dalam tulisannya. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan ketika anda membaca. Tentu saja, beberapa penulis suka saling mengutip buku dengan penulis lainnya untuk kepentingan tertentu. Jadi, dalam beberapa cara anda harus belajar menjadi cerdas.

Review dari Amazon.com dan website penerbit adalah tempat yang baik untuk dikunjungi dari waktu ke waktu.

Atau, anda dapat memperhatikan review buku-buku di surat kabar, majalah dan tabloid.

Blog juga salah sumber yang baik.

Terakhir, rekomendasi dari rekan bisnis dan teman, sangat berguna untuk dieksplor juga.



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Senin, 06 September 2010

BAGAIMANA MEMBACA SECARA AKTIF

Membaca merupakan bagian dari hidup saya

Berikut ini merupakan beberapa ide-ide tambahan dan tips yang dapat saya bagikan ke pembaca, dilihat dari pencapaian membaca saya sendiri:

1) Ada relevansi dalam bacaan:

- rencana membaca saya adalah selalu terkait dengan dengan tujuan pribadi saya dan objektifitas saya;
- apapun buku yang saya baca harus memiliki relevansi dengan hasil saya sebagai seorang knowledge adventure dan technology explorer di bidang berbasis otak, fokus masa depan dan berorientasi pada perubahan teknologi;
- saya ,mengikuti salah satu aturan utama dari membaca dengan kinerja tinggi: saya hanya membaca apa yang saya butuhkan: dengan kata lain, saya tidak perlu membaca keseluruhan buku!

2) Jadikan membaca menjadi suatu hal yang pribadi:

- setiap kali saya mulai membaca buku baru, saya selalu bertanya pada diri saya terlebih dahulu: apakah saya sudah tahu topic ini? Apa yang ingin saya ketahui atau pelajari?;
- selama membaca, sekali lagi saya akan bertanya pada diri saya: apa yang saya rasakan tentang informasi baru ini?
- setelah membaca, saya akan mengumpulkan semua poin-poin penting dan memeriksanya kembali: apa yang saya pelajari dari buku ini? Bagaimana saya akan menggunakan poin-poin penting ini ke dalam pekerjaan saya dan juga kehidupan saya?
- terkadang, saya akan menantang diri saya sendiri: bagaimana topic ini berhubungan dengan hidup saya?
- saya selalu mempersiapkan buku catatan saya kapanpun saya butuhkan untuk menulis ide-ide yang dapat ditindak lanjuti dan/atau wawasan pragmatis; seringkali hal tersebut berakhir dengan Mind manager Pro map untuk eskplorasi lebih lanjut;
- kadang, saya merasa perlu untuk menerapkan pemikiran awal de bono: apa factor ‘plus’ dalam buku ini?...faktor ‘minus’ dalam buku ini?...faktor ‘menarik’ dalam buku ini?

3) Jadikan bacaan saya menjadi menarik:

- bagi saya, cara yang terbaik adalah: ajukan beberapa pertanyaan; tulis dipinggir buku; ringkas dengan sebuah nota otak singkat, khususnya disetiap akhir bab; membuat review gagasan-gaasan yang berguna didalam buku ini setelah membaca;
- saya selalu menantang diri saya sendiri: kemana ide-ide ini menuntun saya?
- saya selalu meluangkan waktu untuk merefleksi apa yang say abaca – untuk itulah catatan saya sangat berguna;
- sesekali, saya juga membaca synopsis buku- hal tersebut selalu menyenangkan dan lebih bermanfaat;

4) Buatlah membaca sebagai suatu kewajiban:

- saya selalu menyimpan sebuah buku bacaan harian;
- saya membaca secara teratur – setiap hari – dan konsisten: diantara browsing internet; sebelum tidur; kadang sambil menonton TV; ketika menunggu, seperti biasanya saya memiliki satu atau dua buku bersama saya; ketika duduk di toilet;
-seringkali, saya menyukai membaca buku dari internet, walaupun buku-buku tersebut biasanya tidak lengkap dikarenakan peraturan copyright – bagi saya, yang paling penting saya membaca apa yang saya butuhkan: terima kasih untuk Amazon & Google Readers!
- kadang, saya hanya mencari buku-buku didalam perpustakaan pribadi saya secara acak, sepuluh sampai dua puluh buku sekali membaca;
- salah satu favorit saya adalah mengunjungi toko buku - Borders, Kinokuniya & Times; sesekali, ke toko buku bekas – dan saya suka sekali mencari koleksi buku mereka; sekali lagi, catatan saya selalu ada untuk saya mencuri beberapa ide didalamnya

5) Mempublikasikan bacaan saya:

- saya me-review buku di Amazon.com – saya merupakan top reviewer – begitu juga di blog pribadi saya;
- saya membuat daftar buku di Amazon.com untuk mencerminkan favorit pribadi saya;
- diantara banyak rekan bisnis dan teman baik, saya terkenal sebagai seorang pemberi ide yang baik karena saya sering sekali membaca;
- saya sering mendiskusikan ide-ide dari buku serta sumber publikasi lainnya dengan teman gym saya – dan untungnya, kami memiliki kesenangan yang sama.



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Kamis, 02 September 2010

BAGAIMANA UNTUK MEMBACA LEBIH BANYAK BUKU

Berikut ini adalah beberapa tips untuk meningkatkan jumlah buku yang bisa anda baca:
1)
Ambil sebuah program membaca cepat – saya belajar tehnik belajar cepat dan mengambil Photo Reading di awal tahun 1992, dan hal tersebut telah sangat membantu saya mengejar pencapaian membaca saya.

Untuk menarik inspirasi seperti yang dikatakan oleh Edwards Deming, sebelum kita melakukan yang terbaik dalam membaca secara efektif, akan sangat berguna jika kita mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dikerjakan pertama kali dan selanjutnya, untuk membaca secara efektif.;


2)
Baca dengan sebuah penuntun – saya menggunakan pen berwarna (salah satu jungnya untuk menulis catatan dan ujung lainnya untuk stabilo). Tujuan dari penuntun ini adalah untuk mempertahankan pergerakan mata dari materi tekstual, khususnya ketika saya melakukan membaca cepat.

Sesuai dengan desain evolusi kita, bola mata kita memiliki kecendrungan untuk bergerak tidak teratur, yang dalam ilmu pengetahuan dikenal sebagai gerakan saccadic.;


Dan pen memiliki fungsi tambahan: untuk menulis catatan margin atau membuat penjelasan


3)
Baca dengan sebuah tujuan – ikatan membaca saya sangat baik dengan visi pribadi saya dan tentu saja dengan semua tujuan utama dalam hidup saya. Dengan mental ini, saya bisa membaca dengan lebih berguna, produktif dan bermakna. Dalam istilah yang tepat, saya membaca untuk memenuhi tujuan hidup saya.

Ingat apa yang saya katakan sebelumnya, otak mengikuti arah pikiran dominan anda. Tujuan anda men-seting pikiran anda dalam gerak. Pada akhirnya hal tersebut akan selalu kembali ke titik utara untuk memenuhi tujuan anda.


Bagi saya, saya selalu memiliki sebuah agenda membaca untuk membantu saya mencapai target membaca saya. Saya sering menggunakan bibliografi atau referensi buku-buku (juga,beberapa blog pilihan yang focus pada strategi, kepemimpinan dan produktivitas) yang say abaca dan pembaca Amazon.com sebagai panduan ide saya dalam membangun agenda membaca saya.


4)
Baca apa yang anda butuhkan – saya selalu punya setumpuk buku di meja kerja saya begitu juga disamping tempat tidur saya. Biasanya, saya tidak menyelesaikan membaca keseluruhan buku. Saya hanya membaca apa yang saya butuhkan, terutama setelah saya melakukan survey singkat dari isi dari buku tersebut.

Membaca selektif sangat penting bagi keberhasilan pribadi dan juga sebuah pelajaran seumur hidup.


5)
Membiasakannya sebagai sebuah ritual pagi atau sebelum tidur – Teman olahraga saya membaca merupakan hal pertama yang ia lakukan ketika dia bangun jam 5 pagi. Dia mengatakan pikirannya menjadi lebih segar pada titik tertentu.

Setelah itu, dia pergi untuk berjalan selama satu atau satu setengah jam. Ia selalu menggunakan aktivitas berjalannya sebagai sebuah kesempatan untuk memikirkan kembali apa yang baru saja ia baca.


Pada jam 8 pagi, dia bertemu dengan saya di tempat favorit kami teh tarik, sebelum memulai latihan olahraga pagi kami.


Saya juga sering membaca sebelum saya pergi tidur. Saya juga membaca pada siang hari, sebelum saya memeriksa email, blog atau browsing internet. Seperti biasa, buku catatan saya selalu bersama saya kemanapun ketika saya membaca.


6)
Selalu membawa buku bersama anda –selama bertahun-tahun ketika saya masih aktif dalam rangkain pelatihan, saya sering membawa satu atau dua buku favorit saya bersama saya. Saya membacanya jika ada waktu luang.

Ketika saya mengunjungi klien, saya juga melakukan hal yang sama selama menunggu.


7)
Dapatkan audio buku – dari awal tahun tujuh puluhan ke tahun delapan puluhan, audio buku merupakan favorit saya karena saya sering berada dijalan. Saya percaya saya mungkin telah memperoleh banyak sekali dari sana, sebagain besar dari Simon & Schuster & Nightingale Conant.

Ini adalah
'Automobile University' konsep di kerja dari Zig Ziglar.

Dari waktu ke waktu, saya masih mendengarkan audio buku, tetapi tidak sebanyak biasanya, sejak saya lebih kepada seorang visual/kinestetik.


Kesimpulan dari postingan ini, saya ingin menegaskan bahwa menulis dibuku atau membuat penjelasan meningkatkan kemampuan membaca anda.


Dalam kasus pribadi saya, saya memiliki ide tambahan untuk dilaksanakan atau dituangkan atau ide-ide luar biasa dari bacaan saya. Saya sering menggunakannya untuk memikirkan dan merefleksikan apa yang saya baca.


Bagi saya, hal yang paling penting bukan apa yang saya baca, tetapi apa yang terjadi di awal dan berikutnya dalam bacaan saya yang akan menuntun saya, terutama dalam hal mengekplorasi daerah (dan bahkan belum dipetakan) baru dan apa nilai penebusan yang dibuat atau ditambahkan pada hidup saya sebagai manusia seutuhnya.


Sekali anda mengadopsi kebiasaan membuat kerangka pikiran di system anda, membaca cepat dan membaca lebih banyak buku – akan menjadi sifat alami kedua untuk anda!




By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Senin, 30 Agustus 2010

TANDAI HALAMAN DI BUKUMU

Saya masih sangat tertarik dengan cara Guy Kawasaki menandai salinan bukunya, 'Founders at Work: Stories of Startups Early Days', dengan sticker penanda buku, seperti yang ia bicarakan di blog nya.

Menurut Guy Kawasaki, dia telah memegang rekor “buku dengan banyak sticker penanda buku”.


Di sistemnya, seperti yang telah ia jelaskan, dan diperlihatkan pada foto di blog nya, bahwa penanda buku yang ada dibagian atas adalah ide-ide untuk buku berikutnya, dan yang ada disamping adalah ide-ide untuk blog nya”.


Beberapa bulan belakangan ini, saya juga mulai menggunakan system yang berbeda untuk penandaan halaman buku dengan sticker kode warna.


- Sticker warna merah untuk setiap konsep baru atau gagasan baru yang diperkenalkan buku ini;
- Sticker warna biru untuk kutipan yang menarik atau memberikan inspirasi, yang bisa saya gunakan didalam blog saya;
- Sticker warna hijau untuk ilustrasi atau anekdot yang berguna, yang bisa saya gunakan di workshop saya;
- Sticker warna kuning untuk games baru atau latihan atau percobaan, yang bisa saya gunakan atau adaptasi di workshop saya;

Dengan adanya penandaan melengkapi penjelasan marginal yang ada dibuku, seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya.


Bagi saya, penjelasan marginal dan penandaan sering membantu pembaca untuk memperoleh informasi yang ia butuhkan dengan cepat.




By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Kamis, 26 Agustus 2010

MEMBACA YANG BERGUNA, BERMAKNA DAN PRODUKTIF

Ketika saya membaca sebuah buku atau majalah atau sekedar dari internet, saya selalu membaca dengan sebuah tujuan. Dengan kata lain, apa yang saya cari dan say abaca adalah yang saya butuhkan.

Biasanya, saya tidak menyelesaikan membaca keseluruhan buku, terutama untuk buku non-fiksi.


Lagipula, kebanyakan bacaan saya adalah non-fiksi. Saya membaca hanya beberapa bab pilihan yang dapat menjawab aplikasi utama saya.


Tentu saja, sebelum saya membaca sebuah buku, saya sering membolak balik halaman buku, karena saya terlatih sebagai seorang Photo Reader.


Sebelum itu, saya pasti akan melihat daftar isi, kata pengantar, ringkasan akhir dan bibliografi untuk menentukan apakah buku ini berguna untuk saya.


Ketika saya membaca sebuah buku, saya selalu membawa spidol orange saya. Ditambah post-it dan penanda halaman. Penggaris saya juga selalu siap sedia.


Tujuan dari marker adalah untuk membimbing bola mata saya untuk tetap dijalur,serta untuk menghindari gangguan.


Sebagai seorang pembaca cepat, saya sering memotong untuk mengejar sangat cepat melalui penekanan ke bagian dimana saya dapat menemukan apa yang saya butuhkan.


Saya sering membuat catatan dipinggir buku atau penjelasan, dalam bentuk Q2A, P2P, N2R, A2C, & T2D, yang pernah saya bicarakan dipostingan sebelumnya. Terkadang, tergantung pada minat saya atau suasana hati, bila ada yang penting akan saya tandai dengan penggaris saya.


Dari waktu ke waktu, saya menyoroti beberapa bagian tertentu atau hanya menggambar dua garis vertical/mengarisbawahi paragraf tertentu yang menarik bagi saya.


Kadang, saya mungkin membuat sketsa seperti nota otak, diagaram dll, pada halaman buku, dimana terdapat ruang putih besar atau tempat untuk menulis catatan.


Penanda halaman sering saya gunakan untuk menandai halaman dimana saya perlu kembali lagi nantinya.


Tergantung dari minat atau susasana hati pada saat itu, saya mungkin akan memindahkan semua catatan saya yang ada dibuku kedalam sebuah peta yang besar. Saya kemudian akan menggunakan peta tersebut sebagai batu loncatan untuk berpikir lebih lanjut dan refleksi. Saya akan menggunakannya untuk mengeksplor lebih jauh kemana hal tersebut akan membawa saya pergi.


Terkadang, hal tersebut akan membawa saya untuk mengekspor lebih lanjut di internet, atau men-cek dibuku lain yang memiliki jenis yang sama.


Selama bertahun-tahun, saya telah menemukan bahwa latihan eksplorasi merupakan aspek yang paling berarti dan produktif bagi kegiatan membaca saya.


Karena itu saya senang membaca bibliografi penulis pada akhir buku. Saya sering menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mendapat informasi lebih banyak lagi tentang buku yang sudah saya baca.


Edward de bono
merupakan salah satu orang yang tidak suka berbagi bibliografinya dengan pembaca.

Setelah membaca, saya sering membuat sebuah ringkasan dari ide-ide kunci dan berdiskusi tentang apa yang sudah say abaca dengan rekan atau teman saya.


Teman gym saya berbagi beberapa dari bacaan saya, terutama di area kesehatan, brain fitness, nutrisi dan umur panjang.


Kami sering berdiskusi bersama, ketika sedang di gym atau di coffee shop dekat rumah atau hanya bermalas-malasan dirumahnya.


Saya sangat menikmati waktu diskusi, karena mereka sering membantu saya untuk berpikir, mengingat dan membedah atau menjelajahi konsep lebih lanjut.


Seperti kata pepatah, berbagi pengetahuan adalah kekuatan yang sangat besar. Masing-masing dari kita mungkin datang dengan sebuah ide, tapi kita meninggalakannya dengan banyak ide.


Bagi saya dan sejak saya juga seorang konsultan strategi dan success coach, saya rasa banyak pembicaraan intelektual dan/atau sintesis yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Juga dalam kehidupan saya.


Saya seorang penulis resensi buku di amazon.com dan berbagi pengalaman lebih memberikan kontribusi terhadap rangsangan intelektual saya sendiri.


Menulis di weblog pribadi saya menambah rangsangan intelektual.


Saya sepenuhnya setuju dengan para ahli: pengetahuan diukur dengan apa yang akan anda lakukan dengan apa yang anda ketahui.


Semua latihan intelektual ini berhasil membuat hari saya menjadi lebih baik lagi: saya menikmati membaca yang berguna, bermakna dan produktif.



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Rabu, 11 Agustus 2010

CARA PALING MURAH DAN AMPUH UNTUK MEREGANGKAN PIKIRAN ANDA

Dalam buku klasiknya, 'Paradigms: Business of Discovering the Future', yang telah saya baca pada akhir delapan puluhan, corporate strategist/futurist Joel Arthur Barker menulis dalam penutupnya:
"Cara paling murah dan terampuh untuk meregangkan paradigma anda dan meningkatkan ketrampilan strategi eksplorasi anda adalah dengan membaca."

Sejak saat itu, saya tidak pernah melupakan kutipan menarik ini dan saya selalu menggunakannya untuk menginspirasi niat saya membaca.

Saya juga mengingat kutipan menarik lainnya dari seorang ilmuwan besar, Albert Einstein:
"Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas berpikir."

Bagi saya, ini menjelaskan mengapa saya melakukan membaca sebagai proses berpikir, bukan proses mengeluarkan fakta.

Hal ini menjadi jelas, ketika saya membaca, saya membaca secara aktif.

Saya selalu menyelidiki tentang penulis bukunya untuk mencari pemahaman yang lebih baik lagi dari apa yang ia bicarakan di bukunya.

Saya selalu merespon penulis dengan mengajukan serangkain pertanyaan, menggunakan: 'apa?', 'siapa?', 'dimana?', 'kapan?', 'yang mana?', 'mengapa?', 'bagaimana?', 'sejauh mana?', 'seberapa sering?', ' bagaimana bisa? dll.

Jika ada beberapa bagian judul dalam halaman-halaman buku, saya sering ingin mengubahnya, pertama-tama dalam bentuk pertanyaan untuk membantu membimbing eksplorasi bacaan saya

Dengan rumusan pertanyaan yang ada dipikiran saya, saya dapat pergi-mencari dengan kecepatan tinggi dengan menempatkan pikiran saya ke model pencarian otomatis-jawaban yang tepat untuk pertanyaan saya.

Bayangkan saja rudal Tomahawk mencari sasaran setelah diprogram atau tim angkatan laut Amerika beroperasi dan menavigasi di wilayah musuh!

Menurut ilmu pengetahuan hal ini dinamakan Reticular Activating System (RAS)

[RAS adalah mekanisme alami yang menentukan tujuan dan pencarian didalam kepala kita, disamping untuk melayani fungsi penting lainnya, seperti menahan informasi yang berlebihan.]

Dengan bantuan penanda favorit saya yang berwarna orange- saya sering membuat penjelasan dan catatan pribadi diujung buku yang saya baca dan juga menandai kata-kata kunci.

Saya sering menyamakan kegiatan ini dengan memiliki hubungan intelektual dengan penulis.

Biasanya, sebelum saya membaca sebuah buku, saya selalu melakukan scan atau baca sepintas dengan cepat. Hal ini membatu saya untuk membaca dengan mudah karena saya hanya membaca apa yang saya butuhkan.

Oleh karena itu, dengan melakukan survey sebelum membaca, saya tahu harus membaca dari mana buku tersebut. Dengan kata lain, saya telah melakukan hukum Pareto untuk bekerja.

Secara umum, saya melakukan pendekatan membaca sebagai sebuah latihan yang bagus – untuk mencari informasi-informasi kunci.

Selama membaca, saya juga mendengarkan insting saya.

'Apa artinya ini bagi saya?', 'apa hubungannya dengan pekerjaan saya atau hidup saya?', 'apa yang kurang disini?' 'dimana yang kurang dari apa yang sudah saya ketahui?', 'kemana hal ini mengarah?', 'mengapa penulis berbicara seperti ini atau seperti itu?', 'bagian mana yang lebih berguna bagi saya?', 'apakah ini benar?', 'apa yang bisa saya pelajari?'.

Lebih penting lagi, bagaimana mengaplikasikan apa yang telah saya baca?

Membaca adalah sesuatu hal, dimana anda berpikir dalam hal ini, tetapi mengadaptasi dan mengaplikasi dalam kehidupan anda sendiri dari membaca dan berpikir sangat jauh lebih penting, khususnya ketika anda ingin mendaptkan hasil yang luar biasa dalam hidup anda.

Hasil investasi dari membaca berasal dari aplikasi pribadi. Kemudian, anda akan tahu apakah berhasil atau tidak.

Bahkan pengadaptasian dan pengaplikasian perlu dipikirkan juga untuk perencanannya, karena kebutuhan untuk informasi-informasi yang tepat bertemu dengan beberapa harapan, tujuan, keadaan dan/atau kepentingan.

Aplikasi pribadi kadang membutuhkan pendekatan trial dan eror. Juga, membutuhkan waktu dan juga upaya keras dari seseorang

Hal ini juga memerlukan inovasi-menemukan cara-cara baru untuk menggunakan informasi dari buku tersebut.

Pada saat ini, saya ingin menunjukan bahwa saya seringkali mengambil dan menyalin catatan margin saya untuk pertimbangan lebih lanjut sebelum melaksanakannya.

Kadang, saya juga mentransfernya kedalam peta ide menggunakan Mind Manager Pro or SmartDraw, tergantung dari sifat dan kompleksitas dari subjeknya.

Sebuah peta ide, diilustrasikan untuk tujuan saya, memungkinkan saya untuk melihat gambaran besar dengan sekali lihat. Entah bagaimana hal ini memudahkan dan mempercepat eksplorasi saya apa yang selanjutnya?', hal ini mengarah kemana?', 'jalan mana yang terbuka atau tertutup untuk saya?' 'apa lagi yang harus dipikirkan?'.

Dengan peta ide, anda juga dapat mengeksplor lebih dalam lagi dengan pertanyaan seperti 'apa yang positive disini?', 'apa yang negative disini?', 'apa yang menarik disini?', terutama ketika anda butuh melakukan bedah buku, seperti apa yang saya lakukan untuk Amazon dan di weblog saya.

Coba pikirkan hal tersebut, pertanyaan adalah pemicu yang yang sangat kuat. Katakanlah reaksi anda terhadap sesuatu dari buku tersebut adalah 'terus kenapa?'. Semacam respon sinis. Kebanyakan orang mungkin akan hanya berhenti disini untuk selamanya.

Anda jangan berhenti sampai disitu, tapi melangkah lebih jauh lagi dengan menanyakan 'apa yang selanjutnya?', 'apa yang baik dan baru untuk saya?', 'Bagaimana jika saya melakukan ini atau itu?'. Dengan kata lain, anda menaruh pikiran anda kedalam model berpikir. Jadi, 'respon pasif' anda akan berubah menjadi 'respon aktif'.

Pertanyaan sebenarnya menantang bagi pikiran anda.

Dari pengalaman pribadi saya, pertanyaan selalu membawa anda ke tempat yang tepat untuk anda membaca. Dan pada akhirnya membawa anda untuk menemukan jawaban yang paling penting dalam hidup anda.

Kadang, dalam proses membaca banyak hal, anda mungkin menemukan beberapa hal yang bisa menantang keyakinan dan/ atau asumsi seseorang. Atau bertentangan dengan cara biasa seseorang dalam memandang dunia.

Sebagai contoh, saya pernah membaca, untuk pertama kalinya, dari ahli kesehatan dan kebugaran, tentang tiga otak inherent didalam tubuh kita, hal ini dikonfigurasi Dr Paul Maclean.

Ia mengatakan bahwa satu otak kita ada dikepala kita; lalu satu lagi di hati kita, dan otak yang terakhir ada diperut kita-dimana mengontrol insting kita.

Hal ini cukup membuat saya tenggelam dalam pikiran saya untuk beberapa saat. Sepertinya hal tersebut juga masuk akal.

Pada kesempatan lain, dan untuk pertama kalinya juga, saya membaca tentang 'Theory of Dissipative Structures' dari pemenang Nobel Ilya Prigogine, terutama analogi apt untuk fungsi otak, hal tersebut membuat saya gila. Saya hanya berhasil memahaminya dengan lebih baik lagi setelah beberapa saat.

Dari perspektif pribadi saya, kontradiksi dan pertentangan akan selalu memicu pikiran kita ke cognitive dissonance. Tetapi banyak ahli berpendapat bahwa, jika kita dapat merangkul cognitive dissonance dan/atau menggunakannya sebagai tuas yang kuat untuk mendorong diri kita ke zona pereganggan dan keluar dari zona kenyamanan, kita dapat berfungsi secara lebih efektif dan fleksibel.

Management guru Margaret Wheatley pernah mengatakan bahwa, mengetahui – dan berpikir tentang - informasi yang tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui atau percayai sering membantu kita menjadi lebih hidup dan beradaptasi dengan perubahan.

Untuk memahami postingan ini dan membuat anda mendapat sesuatu yang bermanfaat dari yang anda baca, pikirkan beberapa kata kunci berikut ini:

- Survey;

- Respon;

- Prospek;

- Menambahkan keterangan;

- Pertanyaan;

- Dengarkan;

- Berpikir;

- Aplikasi;

- Adaptasi;

- Inovatif;

- Memimpin/menuntun;



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA