Senin, 12 Juli 2010

MEMBACA BUKU-BUKU BISNIS SEBAGAI SEBUAH GAYA HIDUP

Saya suka sekali membaca, khususnya buku-buku bisnis.

Setiap kali saya masuk kedalam sebuah toko buku, saya tidak bisa pergi tanpa membawa buku-buku bisnis di tangan saya.

Begitu juga, ketika saya browsing buku-buku favorit saya di toko buku online, seperti Amazon dan/atau Kinokuniya Bookweb, jari-jari saya seperti tidak bisa menjauh dari mouse pet saya.

Keranjang belanjaan sering seperti sebuah jebakan, meskipun saya telah memiliki pilihan buku sendiri.

Bagaimanapun juga, saya selalu membaca buku-buku bisnis dengan sebuah tujuan di pikiran. Saya suka menyebutnya membaca dengan sebuah respon manfaat.

Selain mengambil konsep-konsep baru atau gagasan-gagasan baru, saya suka membaca tentang pengalaman pribadi penulis dalam memandang dunia, dan lebih khusus, dalam menangani masalah multi-varian, kendala, tantangan dan ancaman.

Saya tahu membaca merupakan hal yang sangat pribadi, tetapi yang paling penting adalah selalu mendapatkan hal yang dapat dipelajari – atau wawasan pragmatis – dari membaca, dan dalam melakukannya, juga berbagi dengan dunia pada umumnya. Mereka melakukan apa yang saya sebut “take-aways”

Beberapa waktu lalu, marketing guru Seth Godin berbagi dengan dunia tentang pendekatan barunya untuk membaca buku-buku bisnis:

1) putuskan sebelum anda membaca buku bahwa anda akan mengubah 3 hal tentang apa yang akan anda lakukan di tempat kerja;

2) buat bacaan anda menjadi produktif dengan menciptakan daftar tugas;

3) bagikan apa yang telah anda baca dan pelajari dengan orang lain disekitar anda;

Pendekatan ini benar-benar bagus, dan saya sangat setuju.

Pilihan saya untuk buku-buku bisnis berkaitan dengan keinginan pribadi saya dan juga kepentingan professional.

Saya membaca brain ergonomics; learning; thinking; creativity & innovation; change management; peak performance; opportunity discovery, knowledge acquisition & management, strategic exploration, entrepreneurship as well as successful aging, longevity, fitness & wellness on a holistic basis.

Tentu saja, saya juga membaca buku-buku non-bisnis dan/atau fiksi, tetapi hanya secara selektif.

Saya menemukan bahwa membaca buku-buku bisnis merupakan cara yang baik untuk menghemat waktu dan uang untuk mengejar berbagai macam pengetahuan

Bayangkan kita bisa membaca sepuluh buku berbeda dari sepuluh konsultan yang berbeda dalam subjek yang sama, tanpa perlu kehilangan banyak uang.

Dengan kata lain, ini benar-benar sebuah progam mentoring hemat biaya, melatih diri sendiri, mengatur diri sendiri.

Lebih penting lagi, jika kita seorang pembaca cepat, kita dapat mencapai “mentoring” lebih dari seminggu, dilihat dari sudut pandang intelektual.

Guru ‘Hidup Bebas’ Harry Palmer menyebutnya"pengalaman kata".

Sebaliknya, “pengalaman dunia” datang ketika anda menaruh hal-hal yang anda baca tersebut untuk bekerja di kehidupan anda.

Bagi saya, sebagai konsultan strategi, kebanyakan hal-hal yang saya baca seringkali bersinggungan dan berhubungan dengan pekerjaan konsulting saya.

Pada umumnya, buku-buku bisnis diteliti dengan baik dan juga dibuat secara efesien, mengingat kekayaan pengalaman dan keahlian dari penulis yang mem-backup buku tersebut.

Dapat dikatakan, anda bisa mendapatkan penelitian bebas dan sering meluas untuk sebuah lagu.

Disatu sisi, lagu "A penny for your thoughts" benar juga.

Saya sering menemukan catatan kaki, lampiran dan daftar pustaka di buku-buku bisnis sebagai catatan yang berguna untuk eksplorasi lebih lanjut tentang subjek tersebut.

Terkadang, penulis sendiri sengaja meninggalkan petunjuk yang menarik didalam buku-buku mereka agar para pembaca menyelidiki lebih lanjut.

Sekarang kita hidup di jaman yang menyenangkan, dimana kita menyebutnya Pengetahuan Ekonomi, atau Pembelajaran Ekonomi, seperti teman baik saya, Dilip Mukerjea, suka menyebutnya begitu.

Buku-buku bisnis seringkali membagi jalan pintas yang berguna dan membantu pembacanya untuk memotong kurva pembelajaran.

Dari "take-aways" ini, kita dapat mulai bergerak ke level selanjutnya: ‘apa selanjutnya?’, dengan penyaringan pandangan baru, pengembangan ide-ide baru yang dapat ditindak lanjuti, dan melaksanakan tindakan yang dapat diukur untuk menghasilkan hasil yang diharapkan dalam kehidupan dan/atau bisnis kita.

Seringkali, buku-buku bisnis membantu pembaca untuk menciptakan apa yang disebut Frans Johanssen "inter-sectional moments".

Dilip Mukerjea suka menyebutnya sebagai "junction dynamics".

Bagi saya, itu hanya "jump points" dimana mereka dapat membawa anda ke sesuatu yang lain dari perspektif anda dan/atau untuk melayani agenda pribadi anda.

Hubungan intelektual yang terjadi di saat membaca atau setelah membaca buku-buku bisnis selalu berisi keuntungan dalam investasi untuk berinteraksi yang menyenangkan, khususnya ketika kita telah mempelajari bagaimana menyelidiki atau menjawab pertanyaan penulis.

Bagi saya, mengkaji ulang buku-buku di Amazon serta dalam blog saya lebih meningkatkan pada catatan yang lebih serius, wacana intelektual.

Saya menemukan bahwa aplikasi pribadi dari alat visual seperti nota otak ide-ide kunci atau wawasan, khususnya dengan Mind Manager Pro, adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengalaman intelektual.

Saya selalu menemukan bahwa membaca dan mengeskplor buku-buku bisnis dapat berfungsi sebagai cara yang baik untuk menjaga pikiran tetap tajam dan gesit.

Pada umumnya sangat tidak mungkin anda hanya membaca buku bisnis dan tidak memikirkan apa yang anda baca, khususnya ketika penulis membagi wawasan baru dan/atau pandangan berbeda tentang subjek tersebut.

Guru manajemen Margaret Wheatley pernah berkata:

"Thinking is always dangerous to the status quo. The moment you start thinking, you'll want to change."

Lebih baik, ketika penulis tanpa sengaja mendorong atau membujuk anda untuk mengambil tindakan.

Penulis dari buku-buku bisnis yang menulis mereka menyukai buku kerja atau daftar apa yang akan dilakukan (list to do), melakukan layanan yang terbaik bagi pembaca. Mereka meminta pembaca untuk mengembangkan ide-idenya, dan menempatkan ide-ide tersebut untuk diaplikasikan di kehidupan pribadi atau bisnis dan mudah-mudahan dalam beberapa hal hasilnya juga dapat mengubah dunia.

Saya menyukai penulis buku-buku bisnis yang selalu memberikan pertanyaan di akhir bab dari bukunya.

Saya juga menyukai penulis yang meringkas poin-poin kunci di setiap bab bukunya, katakanlah dalam bentuk checklist atau poin-point yang harus dilakukan.

Fitur-fitur ini membuat membaca buku-buku tersebut menjadi lebih menyegarkan dan menyenangkan bagi pembaca.

Sejujurnya, membaca buku-buku bisnis menawarkan sebuah keuntungan yang luar biasa bagi pembaca: pembangunan hubungan baru. Ini akan selalu bebas..tanpa pamrih..dan yang paling penting, anda selalu memiliki pilihan akhir juga.

Selama bertahun-tahun, saya telah mengembangkan hubungan saling menguntungkan, bisnis atau yang lainnya, dengan banyak penulis hebat, dimana saya selalu senang untuk berkenalan lebih jauh lagi dengan mereka

Seperti kasus dibawah ini:

Saya selalu terkesan dengan strategi bisnis/pemikiran futuristik dari Dudley Lynch, yang memiliki debut buku bisnis dengan ide-ide yang sangat menggagumkam, 'Your High Performance Business Brain', pada akhir tahun tujuh puluhan, sebenarnya bola mulai berputar di dalam pengejaran tanpa henti saya dari penguasaan diri begitu juga perubahan.

Saya harus katakan, kepintarannya sangat bagus dan jauh kedepan...makanya sangat relevant di waktu yang aneh dan tidak menentu, seperti yang kita lalui saat ini.

Sejak saat itu, dan tahun-tahun berikutnya, saya membaca dan mencerna semua buku-buku bisnisnya, buku terakhirnya adalah 'The Mother of All Minds' (2003),[sejujurnya, buku ini adalah “ibu dari semua terobosan pribadi”]

Kami berdua tetap berhubungan – pertama melalui surat dan fax, sekarang melalui email – komunikasi antar kami berdua telah berjalan bertahun-tahun. Bahkan sebelumnya saya pernah hampir membawanya ke Singapura pada awal sembilan puluhan, tetapi rencana saya tidak berjalan dengan baik.

[Dudley Lynch adalah presiden dan CEO dari Brain Technologies, yang berdedikasi penuh untuk meningkatkan cara orang berpikir.]


By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Kamis, 01 Juli 2010

MEMBACA UNTUK MEMBUAT IMPLIKASI

Salah satu yang paling produktif yang saya keluarkan dari klasik, 'de bono's Thinking Course' beberapa tahun lalu ketika saya pertama kali membacanya, selain banyak pendekatan untuk berpikir, penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan yang disarankan oleh penulisnya, adalah ide yang bagus dari membaca untuk implikasi

Edward de bono, sang penulis, menyebutnya sebagai ‘memadatkan bacaan’.

Sebenarnya, ini adalah bentuk dari membaca analitis, tetapi saya lebih suka menggabungkannya sebagai membaca dengan pemeriksaan yang mendalam di dalam pikiran.

Hasil akhir dari membaca dengan cara ini adalah untuk memberi jeda, untuk merenungkan dan untuk merangsang keluar implikasi.

Meskipun dia telah menyarankan pembaca untuk menetapkan pikiran untuk menemukan hal-hal yang mengagumkan atau menarik dari apa saja yang dibaca, dia memiliki beberapa poin penting yang telah saya interpretasikan seperti berikut ini:

Kita tidak hanya boleh membaca perbaris saja, tetapi juga diantara baris dan didalam dan diluar baris juga, sehingga kita dapat menangkap semua implikasi dari apa yang kita baca.

Beberapa pertanyaan yang muncul di pikiran kita membantu kita untuk melakukan pemeriksaan mendalam, dari pengalaman pribadi saya, seperti:

- Apa maksud dari bagian ini? Apa artinya? Apa lagi yang dikatakan oleh penulis?

- Apakah ada yang hilang atau secara sengaja dihilangkan? Apakah ada agenda tersembunyi?

- Apa yang insting saya katakan tentang materi ini?

- Apa bagian ini mengarah ke sesuatu?

- Apa yang diilustrasikan dari bagian ini?

- Ide apa atau kemungkinan apa yang akan terjadi disini?

- Apakah ini yang saya harapkan? Apa saya sudah puas?

- Apakah ada hal lain yang perlu saya cari tahu lagi?

- Apakah saya bisa menggabungkan materi dari buku ini dengan buku yang lain? Apa kesamaannya? Apa perbedaannya? Apakah ada hal yang bertentangan, jika ada?

- Apa yang bisa saya ambil atau poin yang bisa dipelajari? Apa ada kemungkinan bisa diaplikasikan?

Hal ini juga dapat membantu jika anda memiliki pensil atau pulpen ditangan anda untuk membuat penjelasan baik disengaja atau tidak dipinggir buku anda sebagai bahan pemeriksaan anda

Stiker transparent kecil juga sangat membantu, khususnya ketika anda ingin menandai halaman untuk bahan pemeriksaan anda di lain waktu.



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Selasa, 29 Juni 2010

MENGGUNAKAN MUSIK BAROQUE SEBAGAI LATAR BELAKANG SEWAKTU MEMBACA

Sekali lagi, ini merupakan lanjutan dari postingan saya yang sebelumnya yang berkaitan dengan meningkatkan kenerja membaca.

Dalam postingan ini, saya akan berbicara mengenai menggunakan musik Baroque sebagai latar belakang.

Untuk membaca, khususnya untuk materi-materi yang sulit, pilihlah gerakan Largo diantara pilihan Baroque. Pachelbel's Canon in D Major merupakan salah satu pilihan awal yang baik.

Untuk review/revisi, saya merekomendasikan pilihan Pastorale, yang dimainkan menggunakan piano, walaupun kebanyakan pilihan musik klasik juga sama baiknya.

Saya rasa penghasil terbaik dari pilihan musik Baroque – khususnya untuk belajar dan relaksasi – adalah Institut Lind, yang berbasis di San Fransisco. Anda dapat mencarinya di Google.

Alternative lain, pergilah ke toko musik apapun yang ada di kota yang menjual Baroque dan musik klasik. Mintalah mereka untuk memilih musik Baroque untuk anda.

Sejauh yang saya tahu, musik Baroque pada umumnya terdiri dari empat gerakan:
- Largo (yang paling lambat diantara semua);
- Adagio;
- Pastorale;
- Andante;

Selain Pachelbel, komponis Baroque lainnya termasuk Albinoni, Caudioso, Scarlatti, Vivaldi, Handel, Mozart, Gluck, Pergolesi, Corelli, dan J S Bach.

Sebuah musik terkadang sangat pribadi, anda mungkin harus coba mendengarkannya terlebih dahulu untuk anda.

Jangan lupa untuk merasakan pengalaman dengan New Age musik. Favorit pribadi saya seperti, Ray Lynch, Steve Halpern, Yanni, van gelis, Ravi Shankar, Kitaro (kecuali drum yang berisik).

Satu-satunya yang membedakan musik Baroque dan New Age adalah musik New Age "dibuat secara elektronik", sementara musik Baroque melibatkan instrumental musik klasik, seperti piano kuno, selain itu faktanya bahwa New Age lebih kontemporer.

Musik Baroque berada di abad 17 dan 18, era tersebut merupakan era yang paling dianggap produktif dalam sejarah peradaban manusia.



By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Rabu, 23 Juni 2010

MENJADI PROAKTIF DAN JUGA AKTIF DI PENCAPAIAN MEMBACA ANDA

Artikel ini merupakan pelengkap dari artikel saya yang berkaitan dengan strategi pembelajaran berbasis video, yang saya bagikan kepada pembaca blog saya, Elliot.

Saya rasa ini dapat bermanfaat untuk saya sampaikan kembali disini – pastinya dengan beberapa perbaikan kecil – untuk pembaca blog saya yang lain.

1. Jangan menggunakan hentakan yang bi-aural dan musik isochronic pada saat anda membaca atau belajar. Karena gelombang otak dan frekwensi yang mengikuti, menimbulkan respon yang dapat mengurangi stress dengan cepat.

Namun anda dapat menggunakannya sebagai pembukaan pada proses pembacaan Anda

2. Saya menyarankan pada anda untuk menggunakan lagu Baroque dan beberapa pilihan dari aliran musik New Age sebagai latar belakang musik pada saat anda membaca atau belajar. Karena musik tersebut di rancang untuk menciptakan environment yang baik untuk belajar dan tidak menggangu proses pembacaan ataupun proses pembelajaran.

3. Jika anda memiliki atap yang dipasangi dengan lampu yang berbentuk neon, saya sarankan anda untuk menggunakan lampu meja belajar 3M untuk membantu anda membaca.

Lampu neon dapat menimbulkan aliran listrik yang bisa menganggu koneksi mata atau otak.

4. Gunakan kebiasaan rutin anda untuk relax dan melakukan meditasi sebagai pembuka untuk menciptakan pikiran yang tenang untuk mulai belajar dan membaca.

5. Saya menyarankan anda untuk membawa buku coretan untuk digunakan selama proses pembacaan. Jika anda mempunyai pemikiran yang masih tidak jelas, tuliskanlah.

Tentu saja anda juga bisa menggunakan buku coretan untuk menuliskan pemikiran yang menarik yang terlintas dalam otak anda pada saat proses pembacaan.

Saya selalu menyiapkan buku coretan saya kapanpun saya mulai membaca.

6. Sebelum membaca, terutama untuk teks bacaan yang penting, tetapkan dulu tujuan utama Anda.

7. Lakukan sekilas survey pada bab atau buku, terutama jika yang anda baca adalah bab atau buku baru.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran ide mengenai isi dari buku dan beberapa bagian lainnya seperti judul dan sub judul, yang merupakan gambaran dari bab atau buku.

(dalam bahasa slang militer, hal ini adalah patroli pengintaian anda)

Lebih penting lagi, ini membantu anda untuk mengaktifasi pengetahuan awal Anda, sehingga anda bisa “nyambung” dengan apa yang sedang dibaca atau dipelajari dengan apa yang sudah anda ketahui sebelumnya.

8. Belajar untuk memisahkan “materi utama” dari “materi yang telah diuraikan” pada saat anda membaca. “Materi utama” berisikan konsep-konsep penting, dasar pemikiran, definisi, peraturan-peraturan, teori, hukum-hukum yang berlaku, dan terminology, dll.

“Materi yang telah diuraikan” berisi ilustrasi-ilustrasi, contoh-contoh, anekdot, dan lain sebagainya.

Dalam hubungannya dengan bacaan akademik, 80% dari soal-soal ujian berasal dari “materi utama”.

9. Rubah setiap judul dan subjudul dalam setiap bab atau buku menjadi pertanyaan pada saat anda membaca. Dengan melakukan hal ini akan membuat otak anda secara otomatis selalu mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda.

Gunakan 5W1H sebagai acuan (why, when, where, who, what and how)

[dari survey sekilas yang anda lakukan, anda pasti akan menemui pertanyaan-pertanyaan atau bahan diskusi di akhir setiap bab, terutama di bacaan akademik]

Dengan mempunyai pertanyaan-pertanyaan di otak anda, akan membuat nalar anda terus mencari jawaban atas pertanyaan tersebut.

10. Belajar untuk mengerti pola bacaan dan kata-kata petunjuk atau arahan.

Setiap materi pembelajaran selalu mempunyai pola bacaan nya.

Dengan mengerti pola bacaan, akan memudahkan anda untuk mencari ide-ide kunci yang relevan dengan bacaan tersebut.

11. Gunakan penunjuk pada saat membaca. Penunjuk ini membantu anda untuk mengarahkan bola mata Anda.

Yang lebih penting, kegunaan utama dengan menggunakan alat penunjuk (bisa berupa jari anda, pensil atau alat warna; favorit saya adalah pensil warna orange) akan membuat anda lebih focus.

12. Tambahkan catatan-catatan setiap kali anda membaca. Catatan-catatan tersebut dapat berupa garis bawah, di berikan warna atau menulis catatan-catatan kecil di setiap tempat yang baru anda baca. Kegiatan ini memfasilitasi “dialog yang interaktif” dengan sang penulis.

Anda juga bisa menggunakan halaman kosong yang ada di buku bacaan untuk menggambar nota otak untuk menegaskan ide-ide kunci disetiap paragraph bacaan.

Setiap kali anda membaca kata-kata yang penting yang berisi ide kunci, berikan dua garis vertical, dan tandai bintang di sebelahnya. Jika anda membaca definisi yang penting, berikan tanda “DefN” di margin sebelahnya.

Jika anda menemui kesulitan dalam memahami bagian tertentu, tulisan tanda Tanya disebelahnya, sehingga anda bisa kembali membaca bagian tersebut setelah anda selesai membaca keseluruhan teks bacaan. Dengan melakukan hal ini, anda terhindar dari kebuntuan ditengah-tengah proses membaca.

Hal ini berlaku pada setiap bagian yang masih penuh tanda Tanya.

Jika bagian yang sekarang and abaca berkaitan dengan bagian yang sebelumnya, tuliskan di halaman berapa kaitan tersebut dan tuliskan beberapa nota kecil untuk perbandingan atau perbedaan.

Pada saat contoh-contoh diberikan pada bagian tertentu, cobalah untuk mengurutkan mereka secara berurutan.

Pada saat bagian tertentu membutuhkan tindak lanjut, tuliskan tindak lanjut tersebut di margin terdekat, dalan bentuk bullet points dan tulis A2T (action to take) atau T2D (things to do).

Pada bagian yang penuh dengan teka teki atau intrik-intrik, tuliskan PSP (point to ponder) di sebelahnya.


Pada saat anda tiba di bagian yang menarik perhatian anda, berikan dua garis vertical disebelahnya dan tandai “menarik” atau gambarkan lampu bohlam di dekatnya.

Bagi saya, catatan-catatan kecil tersebut sangat berguna pada saat membaca. Semua pembaca yang cepat memberlakukan latihan ini sebagai metode dalam proses pembacaan mereka.

Jadilah kreatif dengan catatan-catatan kecil anda. Tidak ada buku yang suci sehingga tidak boleh dicoret-coret.

Pada saat anda mengkaji ulang bacaan atau buku, yang harus anda lakukan adalah lihat kembali catatan-catatan kecil anda.

Malahan, semua catatan-catatan kecil anda nantinya bisa menjadi “bahan materi” yang penting pada saat anda membuat nota otak dari keseluruhan buku bacaan tersebut. Revisi menjadi lebih mudah

13. Ingatlah selalu bahwa tangan anda selalu menjadi titik awal pikiran Anda. Pemikiran yang penuh dengan pengetahuan adalah bagian dari permulaan pembacaan. Anda harus lebih proaktif dalam proses membaca seperti tahapan-tahapan diatas.

14. Berhentilah setiap 15-20 menit untuk mengkaji ulang apa yang baru saja anda baca. Jadikan ini sebuah kebiasaan.

Ingatlah selalu hal-hal yang utama dan penting pada saat membaca buku.

Membaca, seperti yang telah digambarkan dengan eloknya oleh teman baik saya Dilip Mukerjea, dalam bukunya “Unleashing Genius with the World Most Powerful Learning Systems”, sebagai proses yang aktif, dan dinamis.

Dalam bukunya, Dilip membeberkan strategi-strategi yang jitu untuk professional maupun untuk murid-murid.

Anda bisa membaca lebih detail lagi dalam buku “Unleashing Genius” yang bisa anda beli di Kinokuniya.


By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA

Rabu, 09 Juni 2010

MEMPERKENALKAN KEEFEKTIFAN VIDEO-BERDASARKAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Berikut ini sebenarnya adalah sebuah keefektifan video berdasarkan strategi pembelajaran, yang saya berikan baru-baru ini kepada seorang pembaca blog, Elliot. Dia telah menghubungi saya melaui email untuk membantu dia menjadi pengajar yang lebih baik lagi.

Saya pikir ini akan berguna bagi pembaca blog saya yang lain.


Untuk video-berbasis pembelajaran, saya ingin menyarankan kepada anda untuk mencoba tehnik yang diadaptasi dari K-W-L pemahaman strategi membaca. K-W-L berasal dari Amerika dan dikembangkan untuk membantu para siswa mengarahkan perjalanan membaca mereka.

Mari kita sebut hal ini : K-W-L-H-W

Ambil selembar kertas kosong. Posisikan kertas secara horizontal. Gambarkan 5 kolom vertical seperti berikut :
Dari kiri, kolom 1, tulis: Apa yang saya KETAHUI (KNOW) tentang topik ini?
kolom 2: Apa yang saya INGIN PELAJARI (WANT TO LEARN)/ketahui dari topik ini?
kolom 3: Apa yang telah saya PELAJARI (LEARNED) sejauh ini?
kolom 4: BAGAIMANA (HOW) saya bisa menerapkannya?
kolom 5: APA LAGI (WHAT ELSE) yang perlu saya pelajari/ketahui?

Komentar saya :
Kolom 1 adalah untuk mengaktifkan pengetahuan dasar anda; pembelajaran terjadi apabila anda mampu menghubungkan sesuatu yang baru dengan sesuatu yang sudah anda ketahui;

Kolom 2 adalah untuk menyusun pencapaian pembelajaran anda, dimana anda dapat memperoleh ide dari sinopsis singkat yang ditambahkan ke video;

Kolom 3 adalah untuk anda menangkap dan mengulang apa yang telah dipelajari;

Kolom 4 adalah untuk anda memanfaatkan informasi yang telah dipelajari dan memikirkan kemungkinan penerapannya;

Kolom 5 adalah untuk anda mengidentifikasi apalagi yang diperlukan, mungkin dalam penelitian lebih lanjut, untuk melengkapi pencapaian pembelajaran anda; juga untuk menjawab pertanyaan atau pemikiran baru yang mungkin ada di pikiran anda;

Dengan menempatkan metodologi yang sebelumnya untuk bekerja secara konsisten, anda telah mengambil pendekatan proaktif maupun aktif dalam pencapaian pembelajaran anda. Anda sebenarnya juga sangat tertarik dalam pencapaian pembelajaran anda.

Tertarik untuk menyerap semua pelajaran!


By Lee Say Keng, KNOWLEDGE ADVENTURER & TECHNOLOGY EXPLORER
Optimum Performance Technologies
Translated by SUPER BRAIN INDONESIA